Berita

Hemat Vs Pelit

Artikel Tanggal: Selasa, 04 September 2018

 

Bicara mengenai uang merupakan suatu hal yang cukup rumit untuk dibahas. Tanpa uang, kita sebagai makhluk hidup terutama yang tinggal di daerah perkotaan tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari baik kebutuhan primer maupun sekunder. Dalam mengatur kebutuhan hidup yang melibatkan uang, sudah pasti kita sangat berhati-hati dalam menggunakannya. Nah, tahu ngga sih ternyata ada dua tipe orang dalam mengatur keuangan, yaitu si hemat dan si pelit.


Hemat adalah sifat yang harus dimiliki jika ingin keuangan aman. Tidak hanya menuruti keinginan, tetapi kita juga berusaha untuk menabung. Berbeda dengan sifat pelit yang sama sekali tidak mau rugi. Untuk mengetahui perbedaan yang lainnya yuk simak penjelasannya:

 

1. Si hemat punya skema keuangan yang jelas, sangat bertolak belakang dengan si pelit yang kalo bisa ngga keluar duit sama sekali

Si hemat punya skema keuangan yang jelas. Contoh, si hemat akan memberikan budget untuk bersenang-senang sebesar Rp 100.000 untuk satu minggu. Dan si hemat tidak akan mengeluarkan uangnya lebih dari itu, karena mereka disiplin dengan visi dan misinya. Sedangkan si pelit hampir ngga pernah mau mengeluarkan uang, bahkan mereka berpikir lebih baik meminta daripada harus memberi.


2. Si hemat lebih mempertimbangkan kualitas, sedangkan si pelit lebih mempertimbangkan harganya

Si hemat lebih mempertimbangkan kualitas, mereka bersedia membeli barang yang terbilang mahal asalkan dengan kualitas yang baik sehingga dapat digunakan untuk jangka panjang. Berbeda dengan si pelit yang lebih memikirkan harga tetapi tidak mementingkan kualitas dari barang tersebut. Mereka lebih tertarik membeli barang dengan harga yang paling murah tanpa memikirkan jangka waktu penggunaan barang tersebut. Padahal hal itu justru membuat si pelit menjadi lebih boros karena harus membeli barang yang sama berulang kali.

 

3. Sifat hemat itu bermanfaat untuk diri sendiri, sikap pelit justru rela menyengsarakan dirinya sendiri

Sifat hemat akan bermanfaat untuk diri sendiri. Selain belajar menahan hawa nafsu, si hemat juga jadi punya tabungan karena uangnya tidak habis tanpa makna. Si hemat memiliki trik "subsidi silang" demi memenuhi kebutuhannya. Misalnya jika kemarin mereka sudah makan enak, maka dua hari ke depan mereka harus makan dengan menu biasa saja. Sangat berbeda dengan si pelit, mereka rela menyusahkan diri sendiri dengan tidak makan atau meminta makanan orang lain, karena ngga mau mengeluarkan uang sedikit pun.

 

4. Si pelit selalu meminimalis keperluan yang ada, sedangkan si hemat memprioritaskan keperluan apa yang harus dibeli

Ini lah yang membedakan antara si pelit dan si hemat. Si pelit sebisa mungkin akan mengurangi keperluannya sehingga uang yang ia keluarkan tidak banyak. Berbeda dengan si hemat, yang justru memprioritaskan kebutuhan apa yang wajib dibeli. Sehingga dengan cara ini ia tahu mana yang wajib dibeli dan tidak.

 

5. Si pelit menyimpan uangnya tanpa tujuan, sedangkan si hemat mengalokasikan tabungannya untuk investasi

Perbedaan selanjutnya antara si pelit dan si hemat terletak pada cara mereka menabung. Si pelit selalu menyimpan uangnya setiap bulan tanpa tujuan apapun. Biasanya si pelit menabung karena ia sangat merasa ketakutan akan kekurangan di kemudian hari. Lain halnya dengan si hemat, ia akan menabung untuk membangun masa depan dengan cara melakukan investasi ke beberapa jenis investasi. Sehinga uang yang ia investasikan bisa bertumbuh di kemudian hari.

 

Sudah tahukan bedanya si pelit dengan si hemat? Jadi kita termasuk bagian yang mana nih? Siapapun kita termasuk bagian dari si pelit atau si hemat, sebaiknya  kita harus mampu mengelola keuangan dengan baik. Keuangan yang baik dan sehat membuat kita lebih bijak dalam menggunakan uang. Lebih baik lagi jika uang yang kita miliki daripada hanya disimpan saja sebaiknya diinvestasikan. Dengan berinvestasi maka uang tersebut akan terus bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Yuk Investasi mulai dari sekarang.

 

Penulis : Nita Novita

Sumber Gambar : www.pixabay.com

X

X